Aksi Literasi Kamisan: Sebuah catatan.

 Aksi Literasi Kamisan, 

sebuah catatan 

Syarief Hidayat

Setiap siswa mempunyai kesibukannya masing-masing. Dari kesibukannya itu akan menampakan watak asli dari siswa tersebut. Dengan berbagai strategis dan taktik yang digunakan oleh setiap siswa dalam menghadapi kesibukannya tentunya ini adalah hasil usaha yang maksimal. Wah mantap nih….

Hai anak-anak ku yang berbahagia dan tentunya kalian sangat bapak banggakan dan sayangi ya… Hari ini masih di bulan Juni 2025 beberapa hari Kamis tentunya terlewati dengan begitu licin dan lincah. Sehingga tujuan yang kalian capai tentunya saja akan segera tercapai. Oh iya bagaimana dengan Asesmen Sumatif Akhir Tahun 2024-2025. Apakah lancar dengan harapan nilai dan rangking di kelas kalian atau kalian santai saja hanya mengisi saja tidak peduli dengan isinya. Ingat masih ada siswa-siswi yang bersemangat dalam menghadapi Asesmen Sumatif Akhir Tahun ini. Ingin buktinya..nanti akan ada buktinya. Dan kalian tak perlu was was karena mereka itu telah berjuang dan meluangkan banyak waktu guna menghadapi hal yang diharapkan. Apa yang kalian harapkan tentunya sesuai dengan yang kalian perjuangan selama ini. Jika kalian tidak terlalu serius dalam belajar, hasilnya pun kurang serius. Akan tetapi jika kalian serius tentunya hasilnya akan sangat gemilang sekali.  

Kembali ke hari Kamis, pada dasarnya kegiatan apapun yang kita lakukan akan senantiasa membawa hasil dan berdampak kepada kita sebagai pelaku kegiatan. Pada kegiatan Aksi Literasi Kamisan ini, adalah merupakan usaha dari masing-masing individu. Baik itu siswa atau guru. Usaha itu berbentuk dalam kegiatan aksi literasi yang kebetulan dilaksanakan di hari kamis. Maka dengan ini, penulis dengan bangga membuat panggilan manis Aksi Literasi Kamisan SMP Negeri 1 Gekbrong. Salah satu tujuan dari aksi ini adalah mendongkrak kemampuan para siswa-siswi SMP Negeri 1 Gekbrong dalam membaca. Penulis akui dan tentunya sangat memperhatikan banyak para siswa yang mengindahkan dalam kegiatan aksi literasi kamisan. Hal ini masih dianggap wajar dan memang wajar. Terkadang mereka yang tidak menikmati kegiatan Aksi Literasi Kamisan ini, bingung harus melakukan apa. Padahal pemandu kegiatan, yang kebetulan saya sendiri. Selalu memberikan arahan yang sangat simpel dan praktis. Jika paling brutal kalian tidak membawa buku bacaan di saat aksi literasi kamisan, kalian bisa berdekatan dengan yang membawa buku bacaan. Dan jika masih ada kalian bisa baca buku yang dibagikan oleh pemandu aksi. Ya kalau kehabisan…. dalam hati saya berkata, kenapa tidak bawa buku bacaan dari rumah, atau pinjam ke perpustakaan sekolah kan ada Bu Susi dan Pa Zepi. Paling parahnya lagi justru kalian merasa terasing di tengah-tengah keasyikan beberapa teman-teman kalian yang membawa buku dari rumah, bahkan hasil membelinya secara online atau pinjam dari kakaknya. Pada kesempatan kali ini, saya ingin memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada para siswa yang membawa buku bacaan dari rumah. Kalian yang membawa buku dari rumah adalah agen perubahan sekolah. Kalian boleh sombong karena kalian menularkan kebiasaan yang sangat positif untuk para siswa yang lainnya. Kesombongan yang ini tentunya jarang terjadi, mengapa karena orang yang rajin membaca tentunya tidak akan sombong apalagi takabur. Membaca adalah kegiatan yang menyenangkan lho… Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, atau KBBI membaca adalah melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis (dengan melisankan atau hanya dalam hati). Selain itu, membaca juga bisa berarti mengeja atau melafalkan apa yang tertulis. Jadi, membaca melibatkan proses melihat, memahami, dan bisa juga melibatkan pelafalan atau pengejaan simbol-simbol tertulis. Masih di Kamus Besar Bahasa Indonesia, manfaat membaca adalah menambah wawasan, memperluas kosakata, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dan melatih otak. Dalam Aksi Literasi Kamisan kita hanya mempunyai waktu 30 menitan. Waktu yang sangat sempit dalam mendapatkan sesuatu dalam bacaan. Namun jika kita serius dan fokus pada apa yang kita inginkan tentunya manfaat membaca akan meledak pada diri kita masing-masing. Dari mulai menambah wawasan, memperluas perbendaharaan kosakata, meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan melatih otak. Saya ingatkan, bahwa kegiatan membaca tidak  bisa diganti dengan kegiatan apapun. Jadi membaca, ya harus dengan membaca. Sempatkan diri kalian membaca 30 menit dalam sehari, niscaya kepercayaan diri kalian akan terpancar dengan sendirinya dari dalam diri kalian masing-masing. 

Pada kesempatan yang sangat jarang ini, saya akan mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh siswa-siswi SMP Negeri 1 Gekbrong yang selalu setia dan penuh percaya diri duduk manis di atas terpal mengikuti kegiatan Aksi Literasi Kamisan setiap kamis pagi. Dan semua pihak yang telah membantu dalam terselenggaranya kegiatan Aksi Literasi Kamisan. Oh ya saya akhiri tulisan ini dengan pepatah dari Perancis "Lire, c'est voyager" yang artinya "Membaca adalah bepergian". Ungkapan ini menekankan kemampuan membaca untuk membawa pembaca ke berbagai tempat, waktu, dan pengalaman, seperti halnya bepergian. 


Syarief Hidayat, Guru SMP Negeri 1 Gekbrong. Pemandu Aksi Literasi Kamisan, kini tinggal di Kampung Songgom Ds. Cipetir Kec. Cibeber.





 

Komentar